<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996</id><updated>2012-02-16T19:05:31.980-08:00</updated><title type='text'>MOTIVASI DAN INSPIRASI</title><subtitle type='html'>Membangun motivasi dan inspirasi untuk mencapai kesuksesan. Banyak aras di dunia ini yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan, kita tinggal OPEN MIND maka peluang dan kesempatan terbuka lebar untuk kita.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-6332190989556071448</id><published>2009-10-22T21:50:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T21:50:30.718-07:00</updated><title type='text'>Salahkah ia?</title><content type='html'>Ada stu crita menarik...menggelitik tuk dipikirkan dr seorng tmn yg ktnya lulus dr pesantren gara2 prtanyaan ini: "Ada stu kluarga miskin trdiri dr ayah, ibu (yg sdh tua), satu anak dan satu bebek kesayangannya. Anak ini bgtu berbakti pd ortunya, jujur, dan brtanggungjwab (sayang dia tdk mengenal ajran agama). Suatu ktk trjd bncana tanah longsor, rumah mreka hancur, ayahny meninggal, ibunya kakinya patah shg tdk bisa lagi bkerja,  dia dan seekor bebeknya selamat. Akhirny dia mncrai pekerjaan di desanya, sbg pesuruh. Orang2 dsna suka minta tolong pdnya (krn kejujurannya) kmdn diberi uang lelah. Uang itulah yg ia gunakan untk membeli makanan sehari2: dia dan ibunya. Bgt stiap harnya, mreka hanya tinggal di sisa puing2 rmahnya yg bgt dingin jk malam tlah tiba. Suatu saat ada seorang pastor datang memperkenalkan diri, sklgus mengajaknya beribadah ke gereja. Lalu ia pun bertanya: "apa itu gereja?" "Gereja tmpat orang beribada," kata pastor. Anak ini bertanya lagi: "Apa Tuhanmu bisa memberiku rumah?" "Tentu, bisa," kta pastor. "Baik..." Stleh beberapa lama ia beribadah ke gereja...ttp kmdian di hari berikutnya ia tidak lagi kelihatan di gereja. Pastor itu mendatanginya lgi, "kenapa kamu tdk pergi ke gereja?" tanyanya. "Tidak mau krn trnyta smpai skarang saya tidak jga mendapatkan rumah," jawabnya dg polos. Stlh itu dataglah ustadz, "Ayo ke masjid." Dia brtanya lagi: "Apa itu masjid?" Masjid tmpatnya orang shalat. Kmd ia bertanya lgi, "apa Tuhan bisa memberiku rumah agar ibuku tidak kedinginan?" "Tentu" jwb ustadz. Kmdn beberapa hari ia shalat di masjid, trnyata apa yg diharapkan tdk kunjung tiba..akhirnya dia tidk berangkat ke masjid. Kmdn ustadz mndatanginya lagi, "kenapa kamu ngg kelihatan lgi di masjid?" Trnyta Tuhanmu tidak memberiku rumah," jwbnya dg polos. Suatu ktika ada sodagar minta tolong pdnya untuk membeli pakan di sbuah supplier pakan ternak, kmdian ia disodori undian beberapa lembar. ia kmdian bertanya kpd sodagar, "apa ini?" Oh, ini kupon...diisi saja krn hadiahnya rumah. Trnyata anak ini jg tidak bsa menulis, akhirnya sodagar ini membantunya menuliskan kupon tsbt. Saking bingungnya kpd siapa ia akan memohon...akhirnya ia minta sama bebek kesayangannya: "wahai bebek tolonglah...berilah saya rumah." Bgt trjadi berulang2 stiap malam...Trnyata stlh diundi...ia mndpatkan rumah tsb. Sayang ia tdk dpt membyr DP 25% dr hrga rumah tsb. Krn pnduduk sktr suka akan KEJUJURAN dan BAKTINYA pd ortu, mereka spakat unt membantunya. terkmpulah sejmlah uang...yg akhirnya rumah tsb bisa mreka tempati. Kmdian datanglah pastor tsb, "anakku..ini smua berkat doa kamu di gereja memohon pd Tuhan." "Tidak...saya minta bebek saya." Ustadz pun datang..."Wahai anakku... ini smua krn doa kamu ktk shalat memohon pd Tuhan." "Tidak...inikrn aku minta bebek saya." "Tuhan saya ya...bebek ini." Salahkah anak ini ktika menganggap seekor BEBEK adalah Tuhannya???"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-6332190989556071448?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/6332190989556071448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=6332190989556071448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/6332190989556071448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/6332190989556071448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2009/10/salahkah-ia.html' title='Salahkah ia?'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-539702943670077857</id><published>2009-10-18T21:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T21:02:09.288-07:00</updated><title type='text'>Apakah Tuhan menciptakan Kejahatan?</title><content type='html'>Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.&lt;br /&gt;“Tuhan menciptakan semuanya?” tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”&lt;br /&gt;Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Kekristenan itu adalah sebuah mitos.&lt;br /&gt;Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”.&lt;br /&gt;“Tentu saja,” jawab si Profesor,&lt;br /&gt;Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”&lt;br /&gt;“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.&lt;br /&gt;Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”&lt;br /&gt;Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”&lt;br /&gt;Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”&lt;br /&gt;Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”&lt;br /&gt;Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”&lt;br /&gt;Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”&lt;br /&gt;Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”&lt;br /&gt;Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-539702943670077857?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/539702943670077857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=539702943670077857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/539702943670077857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/539702943670077857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2009/10/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan.html' title='Apakah Tuhan menciptakan Kejahatan?'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-2669173945793456413</id><published>2009-10-18T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T20:31:30.203-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran dari Sebuah Ember</title><content type='html'>Suatu hari, seorang guru berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnisnya, dan ia berusaha mengajarkan sesuatu dengan memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan ember berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.&lt;br /&gt;Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam ember. Ketika batu itu memenuhi ember sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: “Apakah ember ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah!” Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.&lt;br /&gt;Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: “Apakah ember ini sudah penuh?”&lt;br /&gt;Kali ini para siswanya hanya tertegun, “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawab sang guru. Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam ember, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, “Apakah ember ini sudah penuh?”&lt;br /&gt;“Belum!” serentak para siswanya menjawab.&lt;br /&gt;Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”&lt;br /&gt;Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam ember, sampai ember itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si guru ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”&lt;br /&gt;Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!” “Bukan!”, jawab si guru, “Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa: JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM EMBER TERSEBUT.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami atau istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yang kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu”.&lt;br /&gt;Inilah salah satu yang diajarkan dalam manajemen waktu dimana manajemen waktu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas atas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektivitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna, yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input, tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu.&lt;br /&gt;Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Dari tinjauan secara komprehensif pekerjaan yang hendak dikerjakan dan rumusan tertulis sebuah rencana dapat diketahui prioritas hubungan antar aktivitas yang akan dikerjakan sendiri serta didelegasikan. Jebakan yang sering muncul disini adalah rasa percaya diri dapat cepat bila dikerjakan sendiri dimana perasaan itulah yang kurang tepat. Setelah pengorganisasian terjadi maka penggerakan pun dilakukan yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada pemegang delegasi. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan termasuk permintaan bantuan dari atasan maupun bawahan dengan cara berani mengatakan “TIDAK”. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan dilakukan pengawasan berdasarkan rencana, yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. Dalam situasi itu sesuai rencana waktu belum selesai sedangkan pekerjaan telah tuntas seyogyanya dipergunakan untuk menambah kuantitas, merencanakan pekerjaan selanjutnya dan atau investasi waktu. Akhirnya, pengelolaan akan kualitas manajamen waktu dapat didasarkan ada kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-2669173945793456413?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/2669173945793456413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=2669173945793456413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/2669173945793456413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/2669173945793456413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2009/10/pelajaran-dari-sebuah-ember.html' title='Pelajaran dari Sebuah Ember'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-1493710962589026092</id><published>2009-03-06T21:28:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T21:30:23.992-08:00</updated><title type='text'>“Survival” Penumpang Kapal Poseidon</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah cerita dari film tragedi kapal Poseidon di&amp;shy;mana sebuah kapal pesiar mewah terbalik di te&amp;shy;ngah samudera Atlantik seusai diterjang ge&amp;shy;lom&amp;shy;bang yang begitu dahsyat. Para penumpang ikut ter&amp;shy;balik dan dihadapkan pada pilihan hidup antara pa&amp;shy;srah menunggu maut, menanti bantuan datang, atau nekad mencari jalan keluar sendiri meski harus mem&amp;shy;pertaruhkan nyawa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah pilihan sulit bagi setiap penumpang, na&amp;shy;mun tidak bagi penjudi Dylan Johns yang nekad men&amp;shy;cari jalan keluar dan mengindahkan perintah kap&amp;shy;ten kapal Michael Bradford yang meminta se&amp;shy;mua penumpang untuk tetap tinggal bersama di ruang konser sampai bantuan datang.  Dylan ti&amp;shy;dak&amp;shy;lah sendirian, dia ditemani Robert Ramsey seorang man&amp;shy;tan petugas pemadam kebakaran New York, yang berusaha menemukan puterinya Jennifer Ram&amp;shy;sey dan tunangannya Christian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah perjalanan mereka mencari jalan ke&amp;shy;luar dari kepanikan dan ketakutan, bergabunglah Luc&amp;shy;ky Larry, Maggie James dan putranya Connor Ja&amp;shy;mes, dan seorang penumpang gelap Elena Gon&amp;shy;za&amp;shy;les yang diselundupkan ke kapal pesiar dengan ban&amp;shy;tuan seorang pelayan POSEIDON bernama Mar&amp;shy;co dan Richard Nelson seorang arsitek. Bersama-sa&amp;shy;ma mereka berjuang dan bertahan di kapal yang ma&amp;shy;kin sulit karena posisi kapal dalam keadaan ter&amp;shy;ba&amp;shy;lik. Tujuan mereka hanya satu yaitu keluar dari ka&amp;shy;pal yang hampir tenggelam dan mencari bantuan.                            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Me&amp;shy;reka berpikir hanya baling-baling kapal yang bi&amp;shy;sa mem&amp;shy;bawa mereka keluar dari tragedi kapal POSEI&amp;shy;DON. Di tengah kondisi kapal yang hancur me&amp;shy;reka harus terus secepat mungkin mencari jalan ke&amp;shy;luar dan melawan waktu untuk tetap bertahan hi&amp;shy;dup, meski dalam perjalanan mereka harus me&amp;shy;ng&amp;shy;or&amp;shy;bankan kawan dalam beberapa kecelakaan dan nasib buruk.&lt;br /&gt;Sementara di ruang konser, penumpang yang ter&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;sisa dan lebih memilih mengikuti anjuran Kapten un&amp;shy;&amp;shy;tuk menunggu bantuan datang harus berakhir tra&amp;shy;&amp;shy;gis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka tidak mempunyai waktu lagi ketika ka&amp;shy;ca-kaca jendela mulai hancur karena tekanan air yang begitu kuat dan air mulai membanjiri ruangan dan menenggelamkan semua penumpang. Kembali da&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;lam perjuangan para penumpang yang hendak men&amp;shy;cari jalan keluar dari kapal POSEIDON, Ramsey ne&amp;shy;&amp;shy;kad mencari ruang kontrol mesin pemutar ba&amp;shy;ling&amp;shy;-baling dengan cara terjun ke air menuju ruang kon&amp;shy;trol mesin. Dengan nafas yang sudah hampir ha&amp;shy;bis, Ramsey akhirnya berhasil mengarahkan baling-ba&amp;shy;ling berputar ke arah sebaliknya. Ramsey kembali ke ruang baling-baling dimana Dylan dan teman-te&amp;shy;man yang cemas dengan keberhasilan Ramsey akhir&amp;shy;nya menyadari Ramsey sukses dalam misinya. Tan&amp;shy;pa berpikir panjang segera Dylan melempar se&amp;shy;buah tabung nitrogen untuk mengganjal baling-ba&amp;shy;ling berputar, bukannnya baling-baling terganjal jus&amp;shy;tru tabung tersebut meledak membuat baling-ba&amp;shy;ling di kedua sisi kapal hancur berantakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersamaan dengan hancurnya baling-baling ka&amp;shy;pal, secara perlahan kapal Poseidon mulai teng&amp;shy;ge&amp;shy;lam, beruntung beberapa penumpang yang tersisa akhir&amp;shy;&amp;shy;nya berhasil keluar dan berenang menuju se&amp;shy;ko&amp;shy;ci penolong. Dalam luapan kegembiraan berhasil lo&amp;shy;&amp;shy;los dari maut, Dylan menembakkan tanda pe&amp;shy;ri&amp;shy;ngat&amp;shy;an sebagai tanda meminta pertolongan, sam&amp;shy;pai akhirnya helikopter menyelamatkan mereka. Tak ada yang bisa melebihi rasa bahagia mereka selain ra&amp;shy;&amp;shy;sa syukur keluar dari maut POSEIDON, meski harus me&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;ninggalkan pahlawan bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akan men&amp;shy;jum&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;pai suatu kondisi yang tidak kita prediksikan se&amp;shy;be&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;lumnya. Terkadang apa yang kita jalani tidak se&amp;shy;suai dengan apa yang kita impikan, fakta me&amp;shy;nun&amp;shy;juk&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;kan bahwa banyak orang yang cukup sering me&amp;shy;ng&amp;shy;&amp;shy;a&amp;shy;lami hal tersebut.  Wajar kita sebagai manusia meng&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;inginkan sesuatu yang tidak kita miliki atau se&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;suatu yang tidak kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau flashback ce&amp;shy;ri&amp;shy;ta tragedi kapal Poseidon, apa yang akan kita hadapi, semua manusia tidak akan pernah tahu apakah peristiwa itu buruk bagi pan&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;dangan kita ataukah baik? apakah kita merasa ga&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;gal ataukah sukses? Tentu setiap orang akan me&amp;shy;ng&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;inginkan yang terbaik untuk dirinya, namun Tu&amp;shy;&amp;shy;han mempunyai rencana “bagaimana kapal pe&amp;shy;siar yang begitu mewah bernama Poseidon terbalik ka&amp;shy;&amp;shy;re&amp;shy;na hantaman ombak yang begitu dahsyat, akhir&amp;shy;nya menyisakan beberapa penumpang yang se&amp;shy;la&amp;shy;mat dan rasa syukur yang tak terbandingkan ka&amp;shy;re&amp;shy;na telah luput dari maut.” Walau peristiwa kapal Po&amp;shy;sei&amp;shy;don hanya ada di dalam cerita film tetapi hal ini&amp;shy;&amp;shy;lah yang sering terjadi di dalam kehidupan kita se&amp;shy;ha&amp;shy;ri-hari, bagaimana kita mengarahkan hati untuk se&amp;shy;&amp;shy;lalu melihat sisi positif dari suatu kejadian dan se&amp;shy;ga&amp;shy;&amp;shy;la sesuatu yang sudah kita miliki saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berat me&amp;shy;mang bersyukur di masa-masa sulit: ba&amp;shy;&amp;shy;gaimana kita mau bersyukur kalau kita me&amp;shy;nga&amp;shy;la&amp;shy;mi kesulitan perekonomian keluarga, kematian orang&amp;shy; yang dicintai, dan cobaan-cobaan lainnya, di&amp;shy;ma&amp;shy;&amp;shy;na masa-masa itu sulit rasanya menemukan se&amp;shy;sua&amp;shy;&amp;shy;tu hal yang patut untuk bisa kita syukuri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia memang dihadapkan pada pilihan sisi po&amp;shy;&amp;shy;sitif ataukah sisi negatif, percayalah Tuhan mem&amp;shy;pu&amp;shy;nyai rencana dibalik peristiwa yang kita anggap pa&amp;shy;&amp;shy;hit, lihatlah bagaimana beberapa penumpang ka&amp;shy;pal Poseidon mendapatkan momentum tepat un&amp;shy;tuk bersyukur kepada Tuhan pada saat luput dari maut. Momentum inilah yang akan membawa kita un&amp;shy;&amp;shy;tuk selalu bersyukur, sepahit apapun peristiwa yang terjadi, pasti memberi kita kesempatan untuk tum&amp;shy;&amp;shy;buh menjadi lebih baik dan mentransformasi hi&amp;shy;&amp;shy;dup kita. Ketika kita mengalami masa sulit lihatlah di sekeliling kita bagaimana orang-orang di dunia ini juga merasakan masa yang jauh lebih sulit di&amp;shy;ban&amp;shy;&amp;shy;dingkan masa sulit yang kita alami, bagaimana orang-orang di sekeliling kita masih banyak yang ti&amp;shy;d&amp;shy;ak bisa memiliki apa yang kita miliki saat ini.                                              &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila pandangan ini kita kembangkan maka mo&amp;shy;&amp;shy;mentum saat masa sulit akan membuat kita le&amp;shy;bih bisa bersyukur karena pelajaran hidup men&amp;shy;ja&amp;shy;di&amp;shy;&amp;shy;kan kita lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih men&amp;shy;cin&amp;shy;&amp;shy;tai kehidupan. Sama halnya ketika kehidupan ki&amp;shy;ta mengalami kesuksesan seharusnya hal itu men&amp;shy;ja&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;di momentum tepat untuk bersyukur, karena ter&amp;shy;ka&amp;shy;d&amp;shy;ang kita sering melupakan peran Tuhan atas ke&amp;shy;ber&amp;shy;&amp;shy;ha&amp;shy;silan itu. Ingat ada sebuah pepatah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kesuksesan bukanlah kunci dari kebahagiaan, akan tetapi kebahagiaan merupakan kunci dari kesuksesan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi materi dan jabatan tidak bisa menjamin se&amp;shy;se&amp;shy;&amp;shy;orang mendapatkan kebahagiaan, karena ada orang yang berkelimpahan harta tetapi ternyata ke&amp;shy;hi&amp;shy;&amp;shy;dup&amp;shy;annya tidak bahagia. Ada orang yang telah me&amp;shy;&amp;shy;raih ketenaran tetapi ternyata di sisi yang lain, ia ma&amp;shy;&amp;shy;sih saja tidak bahagia. Ada pula orang yang se&amp;shy;be&amp;shy;&amp;shy;nar&amp;shy;nya mengalami masa sulit tetapi ia selalu be&amp;shy;la&amp;shy;&amp;shy;jar menemukan momentum untuk bersyukur ke&amp;shy;pa&amp;shy;&amp;shy;da Tuhan atas apa yang telah dilimpahkan-Nya, se&amp;shy;&amp;shy;hingga ia selalu merasa bahagia. Artinya ke&amp;shy;jer&amp;shy;nih&amp;shy;an hatilah yang akan menentukan, apakah pilihan hi&amp;shy;dup untuk selalu pada sisi positif ataukah sisi ne&amp;shy;gatif, kalau sisi positif maka optimisme, kepercayaan diri, dan semangat hidup yang besar akan kita da&amp;shy;pat&amp;shy;kan sebagai bekal menghadapi tantangan hi&amp;shy;dup, tetapi ketika pilihan hati jatuh pada sisi negatif ma&amp;shy;ka kehancuranlah yang akan kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah hasil penelitian di Belanda, yang di&amp;shy;ter&amp;shy;bit&amp;shy;kan di Archives of General Psychiatry edisi November 2004, telah memberitakan bahwa orang-orang mem&amp;shy;punyai keoptimisan memiliki resiko kematian yang lebih rendah terhadap suatu penyakit. Pe&amp;shy;ne&amp;shy;li&amp;shy;ti&amp;shy;an ini melibatkan lebih dari 900 orang, pria dan wa&amp;shy;nita, berumur antara 65 tahun sampai 85 tahun, ber&amp;shy;&amp;shy;dasarkan isian kuesioner yang meliputi ke&amp;shy;se&amp;shy;hat&amp;shy;an, harga diri, moral, optimisme dan hubungan de&amp;shy;ngan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dilaporkan bahwa orang-orang yang tingkat op&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;ti&amp;shy;mismenya tinggi memiliki resiko kematian 55% le&amp;shy;&amp;shy;bih rendah untuk semua penyakit dan 23% lebih ren&amp;shy;&amp;shy;dah untuk resiko kematian akibat penyakit jan&amp;shy;tung (cardiovascular) dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki tingkat pesimisme yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penelitian berikutnya dilakukan oleh para pe&amp;shy;ne&amp;shy;liti dari University of Wisconsin-Madison, yang di&amp;shy;ter&amp;shy;bitkan di jurnal Proceedings of the National Acade&amp;shy;my of Sciences juga menunjukkan bahwa aktivitas otak yang berkaitan dengan ‘pikiran negatif’ mem&amp;shy;per&amp;shy;lemah sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang memiliki aktivitas otak yang sangat tinggi di dae&amp;shy;rah otak ‘pre-frontal cortex’ bagian kanan, yang ber&amp;shy;kaitan dengan ‘pikiran negatif’ (misalnya sikap pe&amp;shy;simis) memiliki respon yang lebih buruk terhadap vak&amp;shy;sin influenza. Aktivitas otak yang tinggi di bagian ‘pre-frontal cortex’ kiri, yang berkaitan dengan emosi po&amp;shy;sitif, lebih bagus respon-nya terhadap vaksin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Study menarik lainnya dilakukan oleh Dr. Judith Te&amp;shy;dlie Moskowitz dari University of California-San Fran&amp;shy;cisco yang membuktikan hubungan antara ‘po&amp;shy;si&amp;shy;tive feeling’ dengan resiko kematian akibat pe&amp;shy;nya&amp;shy;kit AIDS. Penelitian ini melibatkan 407 orang pria pen&amp;shy;derita HIV/AIDS dari daerah San Francisco antara ta&amp;shy;hun 1984 sampai 1993 dan lebih dari separohnya ke&amp;shy;mudian meninggal dunia. Dr. Judith menemukan bah&amp;shy;wa orang-orang yang memiliki skala ‘positive feel&amp;shy;ing’ tinggi dalam bersyukur telah menurunkan re&amp;shy;siko kematiannya. Namun tidak demikian dengan ‘ne&amp;shy;gative feeling’ yang ternyata tidak memiliki pe&amp;shy;ng&amp;shy;aruh yang ’significant’. Artinya bahwa ‘positive feeling&amp;shy;’ merupakan ‘active ingredient’ di dalam penanganan pen&amp;shy;derita pasca terkena HIV/AIDS, untuk mem&amp;shy;be&amp;shy;ri&amp;shy;kan tambahan unsur pelindung atas sistem ke&amp;shy;ke&amp;shy;bal&amp;shy;an tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penelitian ini membuktikan rasa syukur, emosi po&amp;shy;&amp;shy;sitif, positif feeling dan sejenisnya memiliki peng&amp;shy;aruh yang bermanfaat dan signifikan bagi ke&amp;shy;se&amp;shy;hat&amp;shy;an manusia. Hal ini  menunjukkan orang-orang yang ber&amp;shy;syukur memiliki emosi positif yang lebih tinggi, le&amp;shy;bih puas dengan hidup mereka, vitalitas yang le&amp;shy;bih tinggi, lebih optimis dan memiliki tingkat de&amp;shy;pre&amp;shy;&amp;shy;si dan stres yang lebih rendah. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-1493710962589026092?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/1493710962589026092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=1493710962589026092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/1493710962589026092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/1493710962589026092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2009/03/survival-penumpang-kapal-poseidon.html' title='“Survival” Penumpang Kapal Poseidon'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-2618621626069721104</id><published>2009-03-06T21:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T21:21:06.796-08:00</updated><title type='text'>Makna Dibalik Peristiwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anthony Robin menceritakan sebuah true story ten&amp;shy;&amp;shy;tang kejadian mengerikan yang dialami oleh W Mit&amp;shy;&amp;shy;chel. Mitchel mengalami kecelakaan yang sangat me&amp;shy;ngerikan saat dia  mengendarai sepeda motor ti&amp;shy;ba-tiba terlihat truk berhenti mendadak. Dalam usa&amp;shy;hanya mengurangi kecepatan, ia terperosok ke ba&amp;shy;wah truk. Tutup tangki bensinnya terlempar, dan hal buruk pun terjadi. Bahan bakar mengalir keluar dan membuat sepeda motornya meledak, sehingga 85% tubuhnya mengalami luka bakar. Dan ba&amp;shy;gai&amp;shy;ma&amp;shy;na cara Mitchel mengatasi apa yang dialaminya. Ia tidak menyerah. Ia berusaha tetap hidup dan me&amp;shy;ni&amp;shy;ti kembali karier usahanya. Ia masih hidup sehat ting&amp;shy;gal di Colorado. Sejak kecelakaan motornya yang mengerikan, ia diketahui lebih berhasil dan ba&amp;shy;ha&amp;shy;gia dari sebelumnya. Ia menjadi orang yang pa&amp;shy;ling&amp;shy; berpengaruh di Amerika dan menjadi jutawan. Bah&amp;shy;kan mencalonkan diri menjadi anggota kongres dan gubernur Colorado.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah newsletter yang dikirimkan ke email sa&amp;shy;ya dari www.kingsonsurya.com dan saya anggap ma&amp;shy;teri ini sangat menarik untuk kita renungkan sa&amp;shy;ma persis dengan cerita di atas. Mengenai kaos kaki usang yang masih saja kita simpan karena kaos kaki itu pemberian dari seseorang yang kita cintai. Kalau orang lain pasti akan menilai sepertinya terlalu ber&amp;shy;le&amp;shy;bihan kaos kaki usang terus saja disimpan di da&amp;shy;lam lemari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akan tetapi bagi si empunya, nilai historis di da&amp;shy;la&amp;shy;m&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;nya yang menjadikan kaos kaki usang itu begitu is&amp;shy;&amp;shy;timewa. Lalu bagaimana jadinya kalau ada ang&amp;shy;go&amp;shy;ta keluarga yang membuangnya begitu saja? Tentu si empunya akan merasa bersedih bahkan mungkin akan marah. Masalahnya bukan pada dibuangnya kaos kaki tersebut melainkan makna dibalik kaos ka&amp;shy;ki usang itulah yang akan dipertahankan oleh si em&amp;shy;pu&amp;shy;nya, entah efek dari makna tersebut positif atau&amp;shy;kah negatif. Kalau kaos kaki usang itu menimbulkan efek positif maka memori yang dikandungnya akan mem&amp;shy;&amp;shy;bawa kita sebagai si empunya akan merasa se&amp;shy;nang, puas, termotivasi, percaya diri, dan sebagainya. Be&amp;shy;&amp;shy;&amp;shy;gitu juga sebaliknya, efek negatif hanya akan me&amp;shy;nim&amp;shy;bulkan perasaan takut, menyesal, tidak puas, ti&amp;shy;dak percaya diri, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya memori atas kaos kaki dimana mak&amp;shy;na yang terkandung bisa menimbulkan efek positif mau&amp;shy;pun negatif hanyalah kerja dari pikiran kita saja. Ar&amp;shy;tinya bagaimana kita sebagai si pelaku menyikapi se&amp;shy;buah peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan se&amp;shy;hari-hari. Bob Proctor memperkenalkan hukum po&amp;shy;la&amp;shy;ritas dimana: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Segala yang ada di alam semesta ini memiliki lawannya. Tidak akan ada yang disebut ‘da&amp;shy;lam ruangan’ bila tidak ada yang disebut ‘luar ruangan’. Juga segala sesuatu itu sama sekaligus berlawanan.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila jarak antara pintu ke meja tamu adalah 3 ka&amp;shy;ki, maka itu juga berarti jarak antara meja tamu ke pintu tersebut adalah 3 kaki juga. Bila jarak dari Yog&amp;shy;yakarta ke Solo adalah 60 km, maka itu juga ber&amp;shy;arti jarak dari Solo ke Yogyakarta adalah 60 km. Ar&amp;shy;ti&amp;shy;nya kedua kalimat tersebut mempunya arti yang sa&amp;shy;&amp;shy;ma. Begitu juga ada suatu kejadian yang kita ang&amp;shy;gap buruk maka sesungguhnya ada sesuatu yang baik ada di dalamnya. Martha Washington  me&amp;shy;nga&amp;shy;ta&amp;shy;kan bahwa “Dari pengalaman saya belajar bahwa hal yang paling menentukan kebahagiaan atau ke&amp;shy;seng&amp;shy;saraan hidup kita adalah watak kita, bukan ke&amp;shy;ja&amp;shy;dian-kejadian dalam hidup kita.” Artinya sebuah p&amp;shy;e&amp;shy;ristiwa akan dapat kita katakan berefek positif atau negatif, akan tergantung dari sudut pandang ki&amp;shy;ta sendiri bagaimana cara kita menyikapi sebuah ke&amp;shy;jadian baik itu berefek positif maupun negatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang bagaimana caranya mengarahkan ha&amp;shy;ti memilih pada sisi pilihan positif dimana pilihan po&amp;shy;sitif akan membawa kita pada pikiran yang positif. Se&amp;shy;dangkan pikiran yang positif akan berdampak pa&amp;shy;da sikap yang positif, kemudian sikap ini akan men&amp;shy;cip&amp;shy;ta&amp;shy;kan tindakan yang positif pula. Otomatis du&amp;shy;kung&amp;shy;an positif akan mengalir pula pada diri kita. Ma&amp;shy;nu&amp;shy;sia diberikan kebebasan untuk menentukan pi&amp;shy;lih&amp;shy;an hati, apakah akan melihat suatu peristiwa dari su&amp;shy;dut pandang positif ataukah negatif. Sebagai con&amp;shy;toh dua orang pekerja bangunan bernama Ali dan Ak&amp;shy;san, ketika Ali ditanya oleh seseorang apa pe&amp;shy;ker&amp;shy;jaan&amp;shy;mu? Ia menjawab dengan wajah tertunduk dan sua&amp;shy;ranya sangat lirih, “Aku setiap hari hanya duduk me&amp;shy;nyusun batu bata di atas batu bata yang lainnya.” Ke&amp;shy;mudian Aksan juga diberi pertanyaan yang sama, ia pun menjawab dengan semangat yang tinggi, “Aku tenaga ahli bangunan yang telah membantu men&amp;shy;dirikan gedung-gedung yang sekarang Anda lihat itu. Tanpa adanya peranku, gedung-gedung itu ti&amp;shy;dak akan bisa berdiri”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang Anda bisa rasakan keduanya mem&amp;shy;pu&amp;shy;nyai profesi yang sama, tetapi keduanya sangat ber&amp;shy;be&amp;shy;da dalam melihat cara pandang pekerjaannya. Be&amp;shy;ta&amp;shy;pa Ali mengkerdilkan pekerjaannya, tidak percaya di&amp;shy;ri, dan menganggap sepele apa yang dila&amp;shy;ku&amp;shy;kan&amp;shy;nya sekarang, akan tetapi Aksan begitu percaya diri bah&amp;shy;wa tanpa perannya, tidak ada gedung yang bisa ber&amp;shy;diri semegah ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya jawaban keduanya tidak ada yang sa&amp;shy;lah, hanya saja yang membedakan jawaban ke&amp;shy;dua&amp;shy;nya adalah sudut pandang yang jauh berbeda yang diperlihatkan Ali dan Aksan. Bagaimana Aksan bi&amp;shy;sa mengambil anugerah dari pekerjaannya, me&amp;shy;ne&amp;shy;mu&amp;shy;kan sisi baik dari pekerjaannya, bersikap op&amp;shy;ti&amp;shy;mis, dan menumbuhkan efek positif pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;De&amp;shy;ngan menentukan pilihan pada sisi yang po&amp;shy;si&amp;shy;tif maka Aksan akan lebih berpeluang untuk bisa le&amp;shy;bih berkembang karena pikiran, sikap, dan tin&amp;shy;da&amp;shy;k&amp;shy;an positif lebih bisa membangkitkan pemikiran yang kreatif dalam menyelesaikan masalah dan tan&amp;shy;tangan hidup. Ada ungkapan yang sangat menarik:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;“Anda adalah orang yang sangat bernilai, berarti dan penting, meskipun keadaan Anda saat ini bisa saja membuat Anda merasa sebaliknya.”&lt;br /&gt;— James Newman. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya sudut pandang yang kita pilih akan sangat me&amp;shy;nentukan kualitas hidup kita, maka kejernihan ha&amp;shy;ti akan sangat penting untuk melakukan in&amp;shy;tros&amp;shy;pek&amp;shy;si diri, perenungan, dan refleksi atas apa yang ki&amp;shy;ta hadapi sekarang ini maupun yang akan datang.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-2618621626069721104?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/2618621626069721104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=2618621626069721104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/2618621626069721104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/2618621626069721104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2009/03/makna-dibalik-peristiwa.html' title='Makna Dibalik Peristiwa'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-2844717110579265642</id><published>2008-07-20T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T21:01:48.916-07:00</updated><title type='text'>HEBATNYA MIE GORENG DAN HONDA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Suatu pagi istri menawari saya sarapan mie goreng. "Yah.. mau sarapan mie?" tanya istriku. "Mau...," kujawab secara spontan. "Mie yang apa?" tanya istri. Otomatis saya menyebutkan Indomie Goreng. Kenapa memilih Indomie Goreng? Alasan saya karena rasanya yang "pas" di lidah. Hal ini juga terjadi pada anak-anak kecil ketika mereka menginginkan mie goreng maka kebanyakan Indomie Goreng yang muncul dalam benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berselang tidak begitu lama perbincangan kami mengarah pada motor idaman yang ingin kami miliki. Tanpa pikir panjang nama Honda muncul dalam diskusi kami. Alasannya kami menginginkan motor keluarga yang nyaman dikendarai, bensin irit, suku cadang tersedia dalam berbagai kualitas, mesinnya dapat diandalkan, harga purna jualnya tinggi, dan peminat untuk motor Honda lebih banyak dibanding lainnya. Secara kebetulan sudah sejak lama keluarga kami berdua juga memilih motor Honda sebagai prioritas utama dalam memilih motor. Jadi ternyata dalam benak pikiran kami ada semacam kenangan indah masa lampau yang menjadikan kami memilih Honda disamping nilai-nilai plus produk tersebut.&lt;br /&gt;Kedua produk ini memberikan pelajaran berharga bagi saya sebagai bahan perenungan di kantor. Bahwa Indomie Goreng dan Honda begitu kuatnya menanamkan anchor dalam pikiran banyak orang sehingga pikiran begitu mudahnya kedua nama ini muncul menjadi pilihan utama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada pelajaran berharga yang bisa kita renungkan sebagai bahan pemikiran. Cerita di atas sama halnya dengan traffic light. Kita semua berpikir ketika lampu traffic light merah maka semua kendaraan akan berhenti. Begitu juga ketika lampu traffic light hijau, semua orang berpikir untuk melanjutkan perjalanannya. Kuning menandakan semua kendaraan bersiap-siap untuk berhenti ataupun jalan kembali. Ini semua berlangsung secara otomatis karena semua orang sudah mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam ilmu motivasi keadaan yang otomatis orang akan berpikir bahwa merah berarti berhenti, kuning berarti bersiap-siap, dan hijau berarti jalan disebut sebagai teknik anchoring. Dengan bahasa yang sederhana didevinisikan sebagai kita terjangkar oleh suatu peristiwa. Anchor ada tiga jenis;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama: Anchor secara visual atau melalui penglihatan. Pada saat kita melihat orang yang berbaju putih, maka kita akan berpikir orang tersebut perawat, suster, atau dokter.&lt;br /&gt;Kedua: Anchor secara audio yang dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian. Sebagai contoh bunyi kenthongan merupakan pertanda, warga secara otomatis akan mengetahuinya dengan baik. Apakah pertanda waktu ronda, selesai ronda, terjadi pencurian atau pertanda bahaya alam? Semuanya sudah terekam di dalam memori bawah sadarnya.&lt;br /&gt;Ketiga: Anchor kinestik atau gerakan. Perhatikanlah ketika kita ditepuk pundak kanan ataupun kiri, otomatis kita akan berpikir yang menepuk pundak kita adalah orang dekat atau orang yang sangat dicintai. Atau ketika kita meminta seseorang untuk segera diam maka telunjuk tangan kita secara otomatis didekatkan ke mulut, sambil melihat orang yang diminta untuk diam. Otomatis orang itu akan segera mengakhiri percakapannya atau kegaduhannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehubungan dengan Indomie maupun Honda, kedua perusahaan ini berhasil membuat brand name yang memorable. Mengapa? Karena mereka mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dan mudah diingat oleh konsumen. Disinilah perusahaan telah berhasil menciptakan anchor yang telah melibatkan panca indera, perasaan, suasana dan kenangan kepada semua orang. Pemberian brand name tidaklah mudah karena perusahaan harus mampu menciptakan produk dengan kualitas baik, konsisten, dan mempunyai ciri khas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satunya Honda merupakan sebuah produsen motor yang paling besar dari segi pemasaran, produk maupun asetnya. Kesuksesan Honda menguasai pasar berkat usahanya dalam meng-anchor konsumen dari berbagai kalangan masyarakat. Honda tidak saja menciptakan produk motor yang berkualitas dengan harga yang tinggi pula, akan tetapi Honda juga memproduksi motor untuk berbagai segmen dengan kualitas yang sama secara konsisten. Kebutuhan konsumen selalu terakomodir sehingga inilah yang menjadikan konsumen tidak perlu melirik ke merk yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu cara meng-anchor brand image perusahaan yaitu dengan membangun ciri khas, seperti image sporty oleh Yamaha dan super fast ala Kawasaki. Namun, mengapa penjualan Yamaha dan Kawasaki belum bisa menyamai Honda? Karena usaha Yamaha dan Kawasaki dalam mengkotak-kotakkan pembeli inilah yang menyebabkan tidak semua kelompok konsumen terakomodir. Hanya para konsumen yang fanatik dengan gaya sporty-lah yang menjadikan Yamaha dan Kawasaki sebagai pilihan utamanya, padahal kelompok ini tidak sebanyak kelompok pembeli pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disinilah letak pentingnya menciptakan anchor pada pikiran kebanyakan orang agar ketika mendengar kata-kata, melihat sesuatu atau menginginkan sesuatu akan teringat pada produk kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik anchoring juga bisa diterapkan di dalam diri kita persis seperti ketika saya mempunyai memori indah dengan produk Honda dan Indomie Goreng tersebut. Satu hal yang perlu kita kembangkan adalah libatkan panca indera kita untuk menanamkan memori indah ketika sukses dalam hal tertentu. Rasakan suasananya, warna-warni yang ada saat itu, perasaan kita, semangat kita serta libatkan kelima panca indera kita untuk menanamkan gambaran yang jelas dalam otak bawah sadar kita. Hal ini akan sangat berguna ketika mood sedang down, kita tinggal klik saja anchor tersebut maka semangat untuk sukses dan memori indah akan muncul kembali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-2844717110579265642?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/2844717110579265642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=2844717110579265642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/2844717110579265642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/2844717110579265642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2008/07/hebatnya-mie-goreng-dan-honda.html' title='HEBATNYA MIE GORENG DAN HONDA'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-877619160115812373</id><published>2008-07-17T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T23:50:02.364-07:00</updated><title type='text'>PERCAKAPAN BURUNG GAGAK DENGAN BURUNG KAKAK TUA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada seekor burung gagak yang berjumpa dengan seekor burung kakak tua. Burung gagak kelihatan gelisah ketika seekor burung kakak tua menanyakan tentang kegelisahannya. "Kenapa kelihatannya gelisah wahai saudaraku?" tanya burung kakak tua.&lt;br /&gt;"Orang-orang disini tidak suka dengan suaraku," jawab burung gagak. "Saya mau pindah ke timur," jawab burung gagak. "Mengapa?" tanya burung kakak tua. "Mungkin di sana orang-orang akan menyukai suaraku." "Ooo... itu masalahnya. Cobalah ubah suaramu menjadi lebih bagus agar mereka menyukaimu karena sebelum kamu ubah suaramu, pindah kemanapun juga orang tidak akan menyukai suaramu itu," kata burung kakak tua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari cerita yang sederhana ini dapat diambil suatu hikmah bahwa kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berubah. Akan tetapi hal paling utama adalah mengubah diri kita sendiri sebelum kita terlibas oleh perubahan itu sendiri.&lt;br /&gt;Perubahan pasti akan terjadi dimana teknologi baru, informasi baru, keterampilan baru, ilmu baru akan silih berganti membawa perubahan dalam sejarah peradaban manusia. Di era globalisasi yang diwarnai dengan gejolak perubahan mempertahankan status qua bukanlah keputusan yang bijak. Kisah burung gagak yang hendak pindah ke Timur karena suaranya yang parau tidak disukai oleh penduduk sekitar, juga akan dialaminya di lain daerah. Ketika kita melihat bahwa segala sesuatu di sekitar kita berubah, sebagai contoh di dunia bisnis: keinginan pelanggan berubah, peraturan yang berlaku berubah, para kompetitor menerapkan strategi bersaing yang senantiasa diperbaharui serta infrastruktur pendukung bisnis juga menggunakan teknologi yang senantiasa berubah maka perubahan bukan lagi satu pilihan alternatif tetapi sudah menjadi keharusan.&lt;br /&gt;Memang kita akan mengalami sebuah proses di luar zona kenyamanan yang selama ini kita pilih sebagai kondisi aman. Kekhawatiran itu wajar karena untuk melakukan suatu perubahan, kita harus melalui suatu proses yang mungkin menyakitkan dan berisiko kegagalan. Akan tetapi kunci kesuksesan justru ada pada perubahan itu sendiri, jadi kita tidak perlu mencemaskannya.&lt;br /&gt;Ada beberapa syarat dalam buku The Hearth of Change karya John P. Kotter dan Dan S. Cohen yang bisa dijadikan sebuah bahan perenungan bahwa orang akan terdorong untuk berubah karena ia "melihat" urgensi untuk berubah, "merasakan" dan kemudian "melakukan" perubahan. "Melihat" bisa berupa kegagalan, kesalahan, kekalahan dan kerugian baik yang terjadi maupun yang masih berupa potensi dan kemungkinan yang terjadi. Urgensi bisa berujud kesuksesan, kemenangan, dan keuntungan yang mungkin diraih dengan melakukan perubahan. Sebagai contoh di dalam perusahaan yang ingin menerapkan suatu sistem baru, budaya kerja baru akibat adanya akuisisi, ataupun pembelajaran korporasi baru maka mereka perlu memperlihatkan urgensi untuk berubah kepada manajemen puncak dan karyawan di berbagai lapisan.&lt;br /&gt;Berhasil dan tidaknya usaha untuk "memperlihatkan" urgensi kepada pimpinan dan karyawan di seluruh level perusahaan tergantung pada usaha dalam "memperlihatkan" urgensi tersebut. Apakah mereka bisa "merasakan" perlunya dilakukan berbagai perubahan untuk memecahkan masalah yang terjadi ataukah tidak.&lt;br /&gt;"Perasaan" merupakan kekuatan yang sangat dahsyat dibanding dengan angka-angka dan tabel statistik setiap laporan bulanan. Perasaan atau emosi yang kuat seperti inilah yang perlu dibangkitkan oleh pimpinan untuk menggerakkan semua lapisan agar melakukan perubahan yang tearah dan sistematis sesuai dengan tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;Di dalam perusahaan yang jumlah karyawannya lebih dari 1000 orang, seorang pimpinan tidaklah cukup dalam memberikan suri tauladan mengenai perubahan itu sendiri. Maka perusahaan memerlukan sebuah tim pelopor yang akan mengejewantahkan visi yang telah disepakati sebagai bentuk usaha "melihat" dan "merasakan" urgensi melakukan suatu perubahan. Tim pelopor inilah yang akan memperlihatkan perubahan-perubahan yang ingin dicapai perusahaan agar dapat "dirasakan" oleh seluruh jajaran perusahaan agar bisa lebih mudah dipahami dan dihayati.&lt;br /&gt;Dengan demikian seluruh karyawan bisa saling termotivasi untuk "melaksanakan" upaya yang mengarah pada visi yang sama, sehingga energi yang ditimbulkan bisa terkonsolidasi dengan baik dan tujuan lebih cepat terealisasi.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu dilakukan agar perubahan bisa berhasil:&lt;br /&gt;Pertama; Lakukan sosialisasi karena sosialisasi merupakan tindakan yang sangat penting, hal ini bisa berupa slogan dengan kata-kata tulus yang disebarkan ke seluruh level perusahaan.&lt;br /&gt;Kedua; Antisipasi hambatan yang akan muncul dalam rangka melakukan suatu perubahan. Ketika kita akan melakukan suatu perubahan, hambatan akan muncul dari berbagai pihak yang merasa terancam akan kepentingannya. Kesuksesan dalam mengantisipasi hambatan terletak pada strategi yang efektif dan perencanaan yang rinci. Keberhasilannya akan mempermudah semua jajaran untuk "melaksanan" tindakan perubahan.&lt;br /&gt;Ketiga; Hargailah kemenangan-kemenangan kecil yang bisa diraih dalam perjalanan menuju sukses. Sebuah perubahan besar terdiri dari kumpulan perubahan kecil yang terstruktur dan sistematis dari semua lapisan, maka kemenangan kecil itu perlu mendapatkan penghargaan dari setiap pimpinan dan teman sejawat.&lt;br /&gt;Keempat; Perubahan dilakukan secara bergelombang daripada perubahan besar yang digulirkan dengan satu gelombang besar tetapi sekali saja. Perubahan yang dilakukan secara bergelombang akan lebih dapat dirasakan efek positifnya. Apalagi jika kita dapat menciptakan efek domino yang akan membawa ke perubahan yang lain, tidak hanya perubahan sistem kerja tetapi juga perubahan pada diri pelaku perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-877619160115812373?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/877619160115812373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=877619160115812373' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/877619160115812373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/877619160115812373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2008/07/percakapan-burung-gagak-dengan-burung.html' title='PERCAKAPAN BURUNG GAGAK DENGAN BURUNG KAKAK TUA'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-8655259227607186216</id><published>2007-12-29T03:00:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T03:02:02.679-08:00</updated><title type='text'>Hikmah yang tak terduga</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Allah mengabarkan dalam mukjizat ayat-ayat-Nya me&amp;shy;lalui Al-Qur’an bahwa:&lt;br /&gt;       “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang me&amp;shy;nge&amp;shy;r&amp;shy;ja&amp;shy;kan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’râf: 199)&lt;br /&gt;Pemaaf merupakan salah satu sifat mulia yang sangat di&amp;shy;an&amp;shy;jurkan bahkan sifat ini lebih baik dari sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan si pe&amp;shy;ne&amp;shy;rima.&lt;br /&gt;       “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik da&amp;shy;ri sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang me&amp;shy;nya&amp;shy;kitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 263)&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak bisa memahami ajaran Al-Qur’&amp;shy;an akan sangat sulit memaafkan dan mudah ma&amp;shy;rah dengan kesalahan yang diperbuat orang lain. Ba&amp;shy;nyak ayat yang menganjurkan orang-orang yang ber&amp;shy;iman untuk selalu memaafkan dan berlapang dada, ka&amp;shy;rena sesungguhnya Allah pun akan mengampuni dosa-do&amp;shy;sa.&lt;br /&gt;       “Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau me&amp;shy;nyem&amp;shy;bunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf la&amp;shy;gi Maha Kuasa.” (QS. An-Nisâ: 149)&lt;br /&gt;Sifat pemaaf dan sabar pun dinyatakan sebagai hal-hal yang diutamakan sekaligus termasuk per&amp;shy;buat&amp;shy;an mulia,&lt;br /&gt;       “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, se&amp;shy;sung&amp;shy;guh&amp;shy;nya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syûra: 43)&lt;br /&gt;Perbuatan orang-orang yang beriman ketika me&amp;shy;maaf&amp;shy;kan suatu kesalahan akan sangat berbeda dengan orang&amp;shy; yang hidup tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’&amp;shy;an. Hal ini disebabkan banyak orang yang mengaku su&amp;shy;dah memaafkan tetapi hatinya sangat sulit me&amp;shy;lu&amp;shy;pa&amp;shy;kan rasa sakit hatinya. Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membebaskan diri dari ama&amp;shy;rah dan rasa benci. Berbeda dengan orang-orang yang hi&amp;shy;dup dengan ajaran Al-Qur’an, hatinya begitu tulus da&amp;shy;lam memberikan maafnya, karena mereka sadar be&amp;shy;ta&amp;shy;pa semua ini merupakan ujian di dunia. Sekaligus Allah menjadikan semua permasalahan yang terjadi baik perselisihan, pertengkaran, perdebatan yang be&amp;shy;sar maupun yang kecil, supaya manusia bersabar dan me&amp;shy;ng&amp;shy;ambil nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya.                        Mereka sadar semua yang terjadi sudah dituliskan da&amp;shy;lam kitab yang nyata Lauh Mahfuzh, dan merupakan ke&amp;shy;hendak Allah. Oleh sebab itu, rasa kepasrahan diri yang tinggi dalam diri masing-masing orang yang ber&amp;shy;iman akan terlihat ketika rasa tulus dan ikhlas mem&amp;shy;be&amp;shy;ri&amp;shy;kan maaf atas kesalahan orang lain. Begitu juga ke&amp;shy;ti&amp;shy;ka orang yang beriman merasa benar dan orang lain yang salah, tetapi mereka bersikukuh merasa benar ma&amp;shy;ka orang yang beriman tetap bersabar dan me&amp;shy;maaf&amp;shy;kan&amp;shy;nya.&lt;br /&gt;       Beberapa artikel menyebutkan penelitian terakhir, pa&amp;shy;ra ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa mau&amp;shy;pun raganya. Beberapa orang yang diteliti sebagai sam&amp;shy;pel menyatakan bahwa penderitaan mereka ber&amp;shy;ku&amp;shy;rang setelah memaafkan orang yang menyakiti me&amp;shy;re&amp;shy;ka. Penelitian tersebut menyimpulkan orang yang be&amp;shy;la&amp;shy;jar memaafkan akan merasa lebih baik secara ba&amp;shy;ti&amp;shy;ni&amp;shy;yah dan jasmaniyah. Jelas, ada satu contoh mudah yang terkadang sering kita rasakan yaitu ketika kita men&amp;shy;dapatkan permasalahan dengan teman kerja dan saat itu belum terselesaikan. Maka pada malam ha&amp;shy;ri&amp;shy;nya kita akan merasakan sulit tidur dan terkadang pung&amp;shy;gung terasa sakit atau sakit perut akibat stres. Dan ternyata gangguan-gangguan di atas sangatlah ber&amp;shy;ku&amp;shy;rang pada orang-orang yang selalu memaafkan atas kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Frederic Luskin dalam bukunya, For&amp;shy;gi&amp;shy;ve for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], me&amp;shy;ne&amp;shy;rang&amp;shy;kan bahwa sifat pemaaf merupakan resep yang telah ter&amp;shy;bukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Lalu bagai&amp;shy;ma&amp;shy;na sifat pemaaf bisa memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran, dan per&amp;shy;&amp;shy;ca&amp;shy;ya diri sehingga mengurangi kemarahan, pen&amp;shy;de&amp;shy;ri&amp;shy;ta&amp;shy;an, lemah semangat, dan stres. Menurut Dr. Lus&amp;shy;kin, kemarahan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan dampak pada ragawi yang dapat ter&amp;shy;amati pada diri seseorang. Permasalahan tentang ke&amp;shy;ma&amp;shy;rahan jangka panjang atau yang tak ber&amp;shy;ke&amp;shy;su&amp;shy;dah&amp;shy;an bagaikan kita telah melihatnya menyetel ulang sis&amp;shy;tem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika kita sangat ter&amp;shy;biasa dengan kemarahan ini, walau dalam tingkatan ren&amp;shy;dah bisa menyebabkan tidak terkontrolnya ke&amp;shy;ada&amp;shy;an suhu normal tubuh. Hal ini disebabkan ada se&amp;shy;ma&amp;shy;cam aliran andrenalin yang menjadikan orang terbiasa un&amp;shy;tuk marah yang pada akhirnya membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih. Ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri lagi dan banyak peneliti per&amp;shy;caya bahwa pelepasan hormon stres menyebabkan ke&amp;shy;butuhan akan oksigen meningkat oleh sel-sel otot jan&amp;shy;tung, juga keping-keping darah akan bertambah ke&amp;shy;ken&amp;shy;talannya sehingga memicu pembekuan darah aki&amp;shy;batnya kemarahan dapat meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung.&lt;br /&gt;Jelas, seseorang ketika marah, akan merasakan de&amp;shy;tak jantungnya meningkat melebihi batas wajar, hal ini menyebabkan tekanan darah pada pembuluh nadi pun meningkat melebihi batas sewajarnya maka ke&amp;shy;ada&amp;shy;an yang demikian inilah bisa memperbesar ke&amp;shy;mung&amp;shy;kin&amp;shy;an terkena serangan jantung.&lt;br /&gt;Pada tahun 1996 ada sebuah tulisan berjudul “For&amp;shy;giv&amp;shy;e&amp;shy;ness” [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bu&amp;shy;lan September-Oktober juga menyebutkan bahwa ke&amp;shy;ma&amp;shy;rahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa da&amp;shy;pat menimbulkan emosi negatif dalam diri orang. Hal ini dapat merusak keseimbangan emosional bah&amp;shy;kan kesehatan jasmani kita semua. Memang, awalnya se&amp;shy;se&amp;shy;orang tidak menyadari bahwa kemarahan akan meng&amp;shy;&amp;shy;ganggu keseimbangan emosionalnya tetapi ke&amp;shy;ti&amp;shy;ka mereka menyadarinya, keinginan untuk mem&amp;shy;per&amp;shy;baiki hubungan akan muncul di sini kemudian di&amp;shy;am&amp;shy;bil&amp;shy;lah langkah-langkah memaafkan. Banyak penelitian me&amp;shy;nunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah ke&amp;shy;ada&amp;shy;an pikiran yang sangat merusak kesehatan ma&amp;shy;nu&amp;shy;sia. Allah telah mengabarkan bahwa melakukan tin&amp;shy;dak&amp;shy;an memaafkan akan diberikan pahala yang besar di&amp;shy;sisi Allah,&lt;br /&gt;       “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang se&amp;shy;rupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Se&amp;shy;sung&amp;shy;guh&amp;shy;nya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.”&lt;br /&gt;(QS. Asy-Syûra: 40)&lt;br /&gt;       “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hen&amp;shy;dak&amp;shy;lah mereka memaafkan orang-orang yang tiada ta&amp;shy;kut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Jâtsiyah: 14)&lt;br /&gt;Memang memaafkan secara tulus dan ikhlas sung&amp;shy;guh sangat berat ketika hati masih terasa sakit tetapi ba&amp;shy;gi mereka yang berpikir, seharusnyalah segera sadar bah&amp;shy;&amp;shy;wa Allah telah menganjurkan dalam ayat-ayat-Nya un&amp;shy;tuk memaafkan orang-orang yang bertindak zalim, dan pahala besar dijanjikan Allah bagi mereka yang sa&amp;shy;bar, memaafkan dengan tulus, dan selalu berbuat baik. Inilah salah satu sifat mulia yang dinyatakan da&amp;shy;lam ayat Al-Qur’an dari banyak sumber kearifan yang di&amp;shy;kandungnya. Dengan memaafkan akan dapat me&amp;shy;ngu&amp;shy;rangi dampak merusak dari kemarahan karena hati akan menjadi tenang dan terasa membahagiakan, serta mem&amp;shy;bantu menikmati hidup sehat secara lahir dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dalam buku “Membaca Keinginan Tuhan” oleh Sugeng D. Triswanto)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-8655259227607186216?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/8655259227607186216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=8655259227607186216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/8655259227607186216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/8655259227607186216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2007/12/hikmah-yang-tak-terduga.html' title='Hikmah yang tak terduga'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7199864815730978996.post-3430982568142333544</id><published>2007-12-29T02:57:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T02:06:25.065-08:00</updated><title type='text'>Buku Menggugah dan Heboh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;Tuhan Memberikan Potensi Luar Biasa melalui DNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ternyata Tuhan memberikan kemampuan kepada manusia melalui DNA, dimana menurut penelitian ternyata dari informasi yang tersimpan pada 200.000 gen baru 3% yang digunakan, sisanya yang 97% masih menjadi misteri hingga sekarang. Menurut para pakar, inilah yang membedakan satu manusia dengan manusia yang lain karena urutan setiap huruf dalam DNA manusia berbeda-beda. Semua organ di dalam tubuh telah dibangun oleh Sang Pencipta dengan sebuah perencanaan yang digariskan oleh gen kita. Menurut Frank Salisbury, seorang ahli biologi evolusionis mengemukakan pernyataan berikut tentang kemustahilan ini: “Sebuah protein berukuran sedang dapat terdiri dari sekitar 300 asam amino. Gen DNA yang mengatur protein ini bisa memiliki 1000 nukleotida pada rantainya. Karena ada empat jenis nukleotida dalam sebuah rantai DNA, satu rantai dengan 1000 nukleotida dapat tersusun dalam 4 pangkat 1000 bentuk. Dengan menggunakan sedikit ilmu aljabar (logaritma), kita dapat melihat bahwa 4 pangkat 1000 = 10 pangkat 600. Sepuluh dikali sepuluh sebanyak 600 kali menghasilkan angka 1 yang diikuti 600 angka nol! Suatu angka di luar kemampuan pemahaman kita.” Kemungkinan bagi nukleotida tersusun dalam urutan yang diinginkan adalah 1 banding 4 pangkat 1000, atau 1 banding 10 pangkat 600. Singkatnya, probabilitas dari pembentukan secara kebetulan dari kode sebuah protein rata-rata dalam tubuh manusia pada DNA dengan sendirinya adalah 1 banding 1 diikuti oleh 600 angka nol. Ini merupakan angka yang tidak logis dan bisa dikatakan probabilitas ‘nol’ alias jelas dibawah kendali dari pengetahuan kekuatan yang sadar dan bijaksana. Coba pikirkan saja jika sebuah buku terjadi kesalahan kata, mungkin saja hal ini bisa diabaikan tetapi DNA yang tersusun lima juta huruf A-T-G-C tidak boleh terjadi kesalahan karena kesalahan huruf atau eja bisa fatal akibatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Sungguh luar biasa... ternyata 97% kemampuan DNA belum digunakan secara maksimal oleh manusia.” Padahal Tuhan telah memberikan manusia 4 kemampuan, sehubungan dengan DNA yaitu kemampuan mencari informasi, mengolah informasi, menyimpan informasi, dan mengeluarkan output hasil dari informasi tadi. Kalau kita renungkan betapa banyak kebiasaan-kebiasaan buruk hasil dari pengolahan pikiran kita. Lihatlah, dalam sehari saja ada berapa jam waktu yang terbuang sia-sia tanpa kita melakukan sesuatu hal yang berguna. Sadarilah, perubahan bergulir begitu cepat ketika kita terlena dengan kondisi nyaman, padahal kalau kita tidak segera sadar maka perubahanlah yang akan menggilas kita. Akan ada waktu yang terbuang bagi pembelajaran hidup, dari pengalaman-pengalaman yang akan membantu kita menuju kesuksesan. Re-Code DNA merupakan kata yang tepat untuk melakukan perubahan tadi. Segeralah membangun impian sebagai titik awal perubahan, membangun keyakinan terhadap perubahan, berani melakukan prioritas dan tetap fokus agar tidak membuang energi secara percuma, optimis dan berani menghadapi tantangan masa depan, dan action karena tanpa adanya realisasi maka semua rencana yang matang, ide dan gagasan yang cemerlang akan sia-sia belaka. Temukan pula blok-blok mental yang mungkin saja terbangun hingga menghambat datangnya potensi keberhasilan.&lt;br /&gt;Tidak lupa, karena keberhasilan sangat erat hubungannya dengan keputusan Tuhan maka mendatangkan potensi-potensi Illahiah sangatlah penting dilakukan. Rasakanlah potensi kekuatan doa, kekuatan sedekah, dan kekuatan sabar serta syukur maka Anda akan merasakan betapa Tuhan memberikan siklus pembelajaran yang sempurna kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dalam buku “GOD’S CODE IN THE DNA” oleh Sugeng D Triswanto&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7199864815730978996-3430982568142333544?l=penerbit-trilateral.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/feeds/3430982568142333544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7199864815730978996&amp;postID=3430982568142333544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/3430982568142333544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7199864815730978996/posts/default/3430982568142333544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbit-trilateral.blogspot.com/2007/12/buku-menggugah-dan-hebih.html' title='Buku Menggugah dan Heboh'/><author><name>trilateral</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16945080467066053995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
